Pengajian Taman: Konsep Mengaji Sambil Rekreasi

Posted on 18/12/2011

0


Mengaji sambil berekreasi?

Begitulah keunikan pengajian taman yang diadakan oleh PCIM-PCIA Kuala Lumpur, Malaysia. Menggunakan pendekatan baru ini, PCIM ingin menciptakan iklim silaturahim yang erat diantara para warga dan simpatisannya. Tidak hanya antara aktivisnya, namun juga melibatkan seluruh isi keluarga.

Pada beberapa bulan ke belakang ini, PCIM telah melaksanakan beberapa kali Pengajian Taman, dan diharapkan menjadi agenda tetap tiap bulannya.

Ahad, 15 Februari 2011, pengajian dilakukan di Taman Layang-layang, Puchong Kuala Lumpur. Disitu selain diadakan forum pengajian, juga dilakukan berbagai aktivitas lain seperti olahraga, perkenalan dan permainan (games). Acara yang dihadiri oleh beberapa penasehat PCIM seperti Prof. Dr. Akhyar dan Bpk Slamet ini menjadi lebih meriah dengan acara BBQ dibawah koordinasi ust. Zulfan Haidar.

Pengajian Taman berikutnya diadakan di Taman Tasik Titiwangsa, Kuala Lumpur pada Ahad, 3 April 2011. Pengajian kali ini dihadiri lebih banyak warga dari PCIM dan Ranting (PRIM) Kampung Baru dan Sungai way. Acara diawali dengan ramah tamah dan juga makan pagi yang dibawa oleh tiap-tiap warga dan dinikmati bersama. Setelah acara perkenalan, acara dilanjutkan dengan pengajian yang diisi oleh Ust. M. Imron Baehaqy, ketua bagian dakwah PCIM KL periode 2011-2013.

Pada bulan Mei, pengajian taman dilakukan di Taman Jaya, Petaling Jaya, Selangor. Ketua PCIM-KL Ust. M. Arifin Ismail sendiri yang mengisi pengajian dengan tema “Tafsir surat Ad-Duha”. Selain warga PCIM, pengurus dan aktivis PRIM KL Sentral, Seperti pengajian sebelumnya di Taman Layang-layang, acara ini juga diikuti dengan BBQ.

Bulan Juni, pengajian dilanjutkan di “taman” Sentul Park, Kuala Lumpur, namun bukan outdoor melainkan indoor di kantor salah seorang warga PCIM-KL Ibu Siti Mudhiroh. Ustadz Arifin Ismail menyampaikan kelanjutan tadabbur Qur’ani dengan topik “surat Al-Insyirah” Hadir dalam kesempatan tersebut sekitar 30 orang warga PCIM-PCIA.

Setelah sempat reses dengan berbagai program Ramadhan dan Syawal, pengajian Taman dilanjutkan pada bulan Oktober di Taman Tasik Datuk Keramat dengan konsep outdoor seperti sebelumnya. Materi Tadabbur Qur’ani dilanjutkan dengan pembahasan tafsir “surat At-Tin” oleh Ustadz M. Arifin Ismail. Agak berbeda dari pengajian sebelumnya, kali ini program diisi juga dengan kegiatan kuis dengan beberapa hadiah “door-prize” yang disediakan oleh Ust. M. Imron Baehaqi.

Bulan November, pengajian bulanan dilanjutkan di rumah salah seorang penasehat PCIM-KL yaitu Bpk Adi Tobing dan Ibu Medria di pusat kota Kuala Lumpur. Pengajian yang dilaksanakan tepat pada hari Idul Adha itu diisi oleh salah seorang tokoh Muhammadiyah dari Yogyakarat Bpk. Ust. H. Zamzuri Umar yang merupakan pimpinan sekolah Muallimin Yogyakarta.

Bulan Desember 2011, pengajian bulanan kembali ke Taman. Kali ini Taman Tasik Perdana, Jln. Parlimen, Kuala Lumpur menjadi gilirannya. Pengajian taman yang sangat asri itu sangat mengesankan karena seluruh keluarga turut beraktivitas. Sebagai materi pengajian kali ini adalah ttg Pengalaman dan Hikmah Haji yang disampaikan oleh Ust. M. Arifin Ismail yang kebetulan juga baru pulang dari Ibadah Haji di Tanah Suci bersama Ibu Elly.

Mengawali tahun 2012, tepatnya pada Ahad, 8 Januari 2012, pengajian taman bulanan PCIM mengambil tempat yang cukup istimewa: Hutan Lindung FRIM, Selayang! “Ya, kali ini kita berpindah dari Pengajian Taman ke Pengajian hutan!” Seloroh Koordinator pengajian Ust. Imron Baehaqy.

Hutan lindung yang terletak di kawasan Selayang, Selangor ini merupakan salah satu kawasan wisata favorit warga Kuala Lumpur yang ingin melepaskan diri dari kepenatan rutin dan hiruk pikuk kota. Di kawasan yang dimiliki oleh Institut Perhutanan Malaysia ini ada berabgai objek wisata alam seperti air terjun, sungai, hutan, lapangan perkemahan, penginapan dan lain-lain. Pada pengajian kali ini tampil sebagai pembicara adalah Ust. Dr. M. Nirwan Syafrin, pengurus PCIM-KL periode 2007-2011 yang kini telah kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi doktoralnya di ISTAC. Dr. Nirwan menyampaikan berbagai isu aktual yang dihadapi kaum muslimin di Indonesia mulai dari pergolakan pemikiran, pergerakan, isu sosial sampai ke isu politik. Cukup menarik apa yang disampaikan oleh Dr. Nirwan, sampai-sampai masa dialog dan tanya jawab menjadi cukup panjang. Namun itu semua tetap dinikmati oleh para hadirin karena kondisi alami yang sangat mendukung untuk ngobrol panjang. Alhamdulillah…

Dimana kira-kira pengajian berikutnya??

Advertisements
Posted in: Berita PCIM-KL